Translate

Jumat, 22 September 2017

Tugas 1 Etika Profesi Akuntansi

Nama : Cinthya Ayunda
Npm : 22214422
Kelas : 4EB31

Profesi : Akuntan Publik
Kasus : Deloite, Pharmaceuticals Ligand
PERMASALAHAN
Pada musim panas 2002, Kongres Amerika dengan cepat bersikap menerbitkan Sarbanes Oxley Act (SOX) sebagai tindak lanjut kasus Enron dan Worldcom. Undang-undang SOX ini berisi tentang pencapaian reformasi tercepat terhadap pelaporan keuangan di tingkat federal yang berisi persyaratan bahwa perusahaan publik harus memiliki pengendalian internal melalui pelaporan keuangan yang diaudit oleh kantor akuntan publik independen.
Pada tahun 2003, Undang-undang SOX membawa hikmah bagi Deloitte dan anggota KAP Big Four lainnya sejak perusahaan itu dituntut untuk menyediakan ribuan audit pengendalian internal yang diperintahkan oleh SOX. Untuk mengambil keuntungan penuh dari aliran pendapatan besar ini, KAP ini mendesain kembali proses auditnya, melengkapi kembali struktur organisasinya, dan merekrut sejumlah besar karyawan baru. Lahirnya SOX kemudian disusul dengan terbentuknya SEC dan PCAOB yang mengubah wajah akuntansi dan auditing Amerika mulai saat itu.
Pada akhir tahun 2003, James Fazio mendapat tugas melalui partner perikatan audit dengan Deloitte dan diberi kepercayaan untuk memimpin dan mengawasi audit perusahaan farmasi Ligand untuk tahun buku 2003.
Pada awal tahun 2004, pada saat Deloitte telah mengaudit laporan keuangan Ligand tahun buku 2003, perusahaan Ligand telah memasarkan produk utamanya hanya dalam perioda jangka pendek., yang artinya bahwa akuntan Ligand  memiliki keterbatasan pengalaman historis terhadap dasar estimasi retur penjualan di masa depan. Masalah yang komplit ini merupakan kesulitan Ligand  dalam merinci data penjualan dan sediaan dari 3 grosirnya.
Pada awal bulan Maret 2004, segera sebelum Deloitte menyelesaikan audit Ligand tahun buku 2003, Ligand menerima tambahan informasi dari grosirnya mengenai tingkat pengembalian yang dialami oleh produk utamanya. Dalam audit ini ditemukan indikasi bahwa pada 31 Desember 2003 cadangan retur penjualan masa depan adalah memadai. Dalam beberapa kasus, retur yang diterima di awal 2004 untuk produk yang terjual di 2003 melewati total provisi produk tersebut pada akhir tahun 2003 untuk retur penjualan. Meskipun ini diketahuinya, Fazio tetap mengeluarkan opinin WTP terhadap laporan keuangan Ligand tahun 2003 di tanggal 01 Maret 2004.
Masih pada bulan Maret 2004, Fazio disupervisi oleh Dewan Reviu Interim Deloitte tentang laporan keuangan Ligand triwulan pertama 2004. Selama perikatan, Fazio dan bawahannya, memperoleh data retur penjualan untuk 2 bulan pertama tahun fiskal 2004. Data tersebut didemontrasikan sendiri oleh Tim Reviu Deloitte dan ditemukan bahwa cadangan akhir tahun untuk retur penjualan secara signifikan terlalu rendah. Fazio dianggap gagal merekomendasikan kepada perusahaan untuk menarik dan menyajikan kembali laporan keuangannya tahun 2003.
Pada awal bulan April 2004, Fazio meminta untuk bertemu dengannya dan segera menghadap atasannya, Partner in Charge untuk Praktik Audit Wilayah San Diego. Selama pertemuan itu, Fazio menceritakan  tentang kinerja pekerjaannya. Hasil pertemuam itu menghasilkan fakta dari anggota manajemen Deloitte yang menyarankan supaya Fazio jangan tidak dibolehkan untuk mengawasi audit perusahaan publik.
Pada akhir bulan April 2004, selama rangkaian audit Ligand tahun buku 2003, Fazio segera bertemu atasannya sekali lagi. Selama pertemuan, Fazio bercerita bahwa dia merasakan telah terjadi risiko kualitas terhadap auditnya dan telah disarankan untuk keluar dari jaringan KAP Deloiite. Beberapa pimpinan partner Deloitte telah mencapai keputusan untuk meminta pengunduran diri Fazio. Partner ini terdiri dari Direktur Program Manajemen Risiko Deloitte, Partner Manajer Audit Regional untuk wilayah Pasifik Selatan, dan Partner Manager Audit Nasional Deloitte.
Pada 5 Agustus 2004, Deloitte mengundurkan diri sebagai auditor independen Ligand. Harga saham Ligand turun tajam menyusul pengunduran diri Deloitte yang tidak diharapkan ini. Dari pengumumannya, harga saham Ligand yang sebelumnya mendekati $24 dolar per lembar pada April 2004, dengan cepat jatuh di bawah angka $1,50 per lembar sampai akhir tahun 2008.
Pada Mei 2005, manajemen Ligand mengumumkan bahwa perusahaan akan menyajikan kembali laporan keuangannya dari tahun 2002, 2003, dan tiga triwulan pertama tahun 2004. Manajemen melaporkan bahwa telah dibentuk investigasi bersama oleh komite audit perusahan dan KAP baru BDO Seidman dan mereka telah menyatakan adanya kesalahan material dalam laporan keuangan itu. Kesalahan itu secara umum dihasilkan dari ketidaksesuain pengakuan pendapatan untuk pengiriman produk ke distributor yang diproduksi Ligand akhir tahun 2005 dengan mengurani pelaporan pendapatan perusahaan ke depan untuk tahun 2003 sebesar 53% atau $59 juta secara keseluruhan. Perusahaan juga meningkatkan pelaporan rugi operasinya untuk tahun 2003 sebesa 250%.
Pada 10 Desember 2007,  PCAOB mengeluarkan pengumuman bersama tentang sanksi disiplin terhadap James Fazio dan Deloitte & Touche atas keterlibatan Fazio pada audit Ligand 2003.  PCAOB melarang James Fazio untuk masuk dalam pendaftaran PCAOB sebagai KAP selama dua tahun. Dalam pengumuman PCAOB yang dikeluarkan pada 10 Desember 2007 itu, jurubicara PCAOB melaporkan bahwa Fazio telah melanggar beberapa standar profesional auditing selama mengaudit Ligand 2003.
Dalam kasus diatas munculah kronologis masalah tersebut, yaitu :
1.      Sesuai dengan standar PCAOB, auditor dapat mengungkapkan sebuah opini wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan emiten hanya jika telah terbentuk pendapat semacam itu berdasarkan audit yang dilakukan sesuai dengan standar PCAOB. Standar ini mengharuskan agar auditor melakukan pekerjaan audit secara profesional, bersikap skeptis profesional, dan berdasarkan bukti yang cukup kompeten untuk mendapatkan dasar memadai mengenai opini laporan keuangan, evaluasi kejadian selanjutnya, dan supervisi asisten. Laporan keuangan Ligand pada tahun 2003 mengungkapkan bahwa mereka mengakui pendapatan pada saat pengiriman produk, setelah dikurangi kos yang seharusnya dikeluarkan. Dalam pengakuan itu auditor Fazio menemukan bahwa secara signifikan jumlah retur penjualan disajikan terlalu rendah sehingga pendapatan Ligand meningkat drastis. Hal ini disebabkan karena staf akuntan Ligand tidak memiliki kemampuan untuk mengestimasi jumlah pengembalian produk untuk disajikan sebagai retur penjualan. Hal itu diketahui oleh Fazio tetapi Fazio tidak melakukan reviu malah justru menerbitkan opini WTP atas laporan keuangan Ligand tahun 2003.
2.      Pada saat audit Ligand tahun buku 2003, kebijakan dan prosedur tertulis Deloitte mensyaratkan bahwa risiko perikatan harus dinilai setiap tahun, yaitu harus lebih besar dari normal atau jauh lebih besar dari biasanya. Tim perikatan menilai bahwa risiko perikatan untuk audit Ligand tahun 2003 ternyata lebih besar dari biasanya seperti yang didokumentasikan di kertas kerja audit. Penilaian risiko ini meningkat karena kejadian yang berkaitan dengan penjualan produk dan hasil penjualan. Menanggapi risiko yang tinggi ini, mengharuskan tim perikatan untuk lebih fokus dan meningkatkan skeptisisme profesional mereka untuk menangani secara spesifik dan mengidentifikasi risiko yang terkait dengan estimasi Ligand tentang pendapatan di masa depan. Dalam hal ini,  James Fazio tidak cukup menilai apakah Ligand memiliki kemampuan untuk memperkirakan adanya pengembalian produk yang lebih baik.

ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH
Terdapat banyak alasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan. Salah satunya SEC mewajibkan perusahaan publik untuk diaudit oleh auditor independen. Selain itu suatu audit dapat diminta untuk dilakukan sebagai syarat atas persetujuan pinjaman atau pembiayaan pemerintah. Apa pun alasan untuk dilakukan audit, seyogyanya seorang auditor harus melakukan tahapan-tahapan yang disyaratkan baik oleh standar maupun oleh standar pengendalian mutu. Tahapan tersebut meliputi menerima dan mempertahankan klien, merencanakan audit, melaksanakan pengujian, dan melaporkan audit.
Tujuan dilakukannya tahapan tersebut di atas tentunya untuk meningkatkan kualitas audit. Suatu audit dikatakan berkualitas apabila proses pemeriksaannya dilaksanakan sepenuhnya sesuai dengan standar audit untuk memastikan bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Jika audit yang dijalankan gagal menemukan salah saji, maka audit tersebut dianggap gagal (audit failure). Kegalan audit ini merupakan salah satu hal yang wajib dimitigasi oleh auditor.  Oleh karena itu dalam melakukan audit kita perlu memperhatikan risiko perikatan sebelum menerima klien sebagai auditee.
Kedua permasalahan dalam kasus ini menurut analisis penulis merupakan masalah profesional yang dihadapi oleh James Fazio selaku auditor. Masalah profesional yang dihadapinya meliputi ketidakmampuan James Fazio mendeteksi risiko perikatan dan lemahnya sistem pengendalian mutu kantor akuntan publik yang dipimpinnya.
Simpulan
Dari kasus tersebut di atas, dapatlah disimpulkan dan diambil beberapa pelajaran yang bisa kita jadikan pedoman di masa mendatang agar kejadian serupa tidak akan terulang lagi.
1.      Masalah profesional yang terjadi dalam kasus ini dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu ketidakmampuan auditor dalam mendeteksi risiko perikatan dan lemahnya standar pengendalian mutu yang diterapkan oleh kantor akuntan publik.
2.      Risiko perikatan dan penerapan standar pengendalian mutu yang baik berpengaruh terhadap reputasi KAP, hal ini menunjukkan sikap kehati-hatian auditor ketika menerima klien tercermin dalam perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan. Pemeriksaan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan yang telah diaudit, karena semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang telah diaudit dapat meningkatkan kepercayaan. Pengaruhnya yang paling kecil menggambarkan untuk meningkatkan reputasi, sikap berhati-hati auditor sebaiknya memberikan kontribusi positif kepada klien berupa saran menuju perbaikan.
3.      Pertimbangan penerimaan klien yang dipengaruhi oleh adaptasi risiko sebaiknya dipertimbangkan sebaik-baiknya, apabila risiko perikatan bisa diatasi melalui luas pemeriksaan ataupun penggunaan tenaga ahli maka kebijakan menaikkan fee adalah alternatif yang sesuai, tetapi apabila risiko perikatan tidak dapat ditanggulangi melalui adaptasi risiko sebaiknya KAP tidak menerima perikatan.
4.      Pertimbangan KAP atas risiko perikatan mencerminkan sikap skeptisisme profesional auditor, sehingga setiap penugasan hendaknya KAP menetapkan tingkat risiko yang rendah, sehingga apabila di kemudian hari timbul masalah risiko yang dihadapi tidak terlalu besar. Untuk meningkatkan reputasi hal terpenting dari analisa risiko perikatan terutama berkaitan dengan risiko bisnis klien adalah bagaimana KAP dapat memberikan saran dan masukan kepada klien melalui management letter.

Daftar Pustaka
1.      Kompasiana, diakses 20 Sept 2017


Rabu, 24 Mei 2017

T3 Bh Inggris If Conditional

Nama : Cinthya Ayunda
Npm : 22214422
IF Conditional

To Go To Zimbabwe Need To Read - U.S. Economic Sanctions Against Zimbabwe

If You Are Planing To Go To Zimbabwe You Need To Read This First - US Economic Sanctions Against Zimbabwe American Hunters considering traveling to Zimbabwe need to read and familiarize themselves with the issued Treasury Department's Office of Foreign Assets Control (OFAC) .
If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS. This Executive Order prohibits US persons, wherever located, or anyone in the United States from engaging in any transactions with any person, entity or organization found on this list which is compiled and regularly updated by The US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control (OFAC).
This list also names properties where American hunters are forbidden to hunt legally. No American should have any dealing with anyone on this list. For more information please visit the website of the US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control by clicking here.
If you’d been here earlier, you could have had it provides a fact sheet with general information about the Zimbabwe sanctions program imposed by the new Executive Order. For the search result of OFAC's SDN ( Specially Designated Nationals)
List Zimbabwe And that at no time will you be hunting on a sanction listed property. Criminal fines for violating the Executive Order or regulations to be issued pursuant to the Executive Order are severe. It is no guarantee of protection against prosecution.

Rumus Conditional Sentences :
Conditional 1. If + S + Present Tense, S + Future
Conditional 2. If + S + Past Tense, S + Past Future
Conditional 3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect


Dari Artikel diatas, terdapat If Conditional yaitu :
1.  Conditional type 1 terdapat di paragraph 1 (Satu) yaitu :
If You Are Planing To Go To Zimbabwe You Need To Read.
2.  Conditional type 2 terdapat di paragraph 2 (Dua) yaitu :
If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS.
3.  Conditional type 3 terdapat di paragraph 4 (Empat) yaitu :
If you’d been here earlier, you could have had it provides a fact.
Sumber:
https://www.africahunting.com/threads/if-you-are-planning-to-go-to-zimbabwe-you-need-to-read-this-first.242/


T2 Bh Inggris Modals

Nama : Cinthya Ayunda
Npm   : 222144

TUGAS 2 BAHASA INGGRIS BISNIS 2 : MODALS

Modal (modalitas) adalah bentuk kata yang membantu kata kerja. Modal harus disandingkan dengan verbs. Oleh karenanya, modal juga sering dinamakan kata kerja ganti.

Macam-macam Modals :
Can – Could
May – Might
Must – Has/Have to
Shall – Should – Ought to
Will – Would – (be) going to

Terdapat juga kata yang memiliki makna yang sama dengan modals tersebut, seperti (be) able to yang memiliki makna yang sama dengan can/could. He doing to dan be about to juga memiliki makna yang sama dengan will/shall, begitu juga dengan perhaps, probable, possible, be supposed to yang memiliki makna yang sama dengan may/might.

Fungsi (Function)
Fungsi
Contoh
Kalimat
Can
Can digunakan untuk menyatakan
ability (kemampuan)
You can buy anything with your money but you can not buy love.
Modal verb ini dapat digunakan untuk meminta izin (permission)
Can I borrow your accounting book?
Could
Could digunakan untuk menyatakan
ability (kemampuan) dimasa lalu (past).
You could run faster than me two years ago.
Modal verb ini dapat digunakan untuk meminta izin (permission) untuk melakukan sesuatu dimasa lalu (past) atau masa depan (future).
Could I use your computer to print and scan?
May
May untuk menyatakan possibility(kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future).
He may work out and consume healthy food every day.
You may forget the embarrassing incident tomorrow.
Modal verb ini untuk meminta izin (permission) yang lebih formal daripada modal verb can.
May I go home now?
Might
Sama seperti may, modal verb ini digunakan untuk menyatakan  possibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future)[1].


Might dapat ditambahkan primary auxiliary verb have untuk menyatakan probability dimasa lalu (past). Modal verb ini digunakan untuk menyatakan hypothetical situation yang terbukti tidak terjadi[2],
lain halnya dengan may yang belum terbukti[3].
You might forget the embarrassing accident tomorrow.[1]

The doctor might have warned you not to eat red meat.[2]
(Dikatakan setelah diketahui fakta: The doctor has not warned–Dokter belum melarang.)
The doctor may
have warned you not to eat red meat.[3]

(Faktanya: belum diketahui)
Might merupakan bentuk past dari may dimana digunakan untuk meminta izin (permission) yang lebih formal daripada modal verb could.
Dibanding may, Might lebih tentatif (tidak pasti) kejadiannya.
If I have cleaned the room, might I play with my friend?
Will
Will untuk menyatakan willingness (kemauan). Willingness dapat diungkapkan dalam conditional sentence type 1 maupuninvitation (undangan/ajakan)
will help you if you help yourself first.
Will you marry me?
Modal verb ini untuk membuat keputusan secara spontan/tanpa rencana (simple future tense).
will give you a glass of water.
I think I will change my appearance.
Will untuk membuat prediksi.
The sandstorm will come tonight.
Would
Sama seperti will, modal verb ini dapat digunakan untuk menyatakan willingness (kemauan), namun lebih polite (sopan).
Would you like to see my craft?
Modal verb ini menyatakan sense of probability (kemungkinan).
He would be free tonight.
Would dipadukan dengan auxiliary have untuk membentuk conditional sentence type 3. Would disini  untuk menyatakan tindakan yang ingin
dilakukan dimasa lalu.
If you had remembered to invite me, I would have 
attended your party.
(be) going to
Digunakan untuk menyatakan rencana
I am going to have holiday in Bali
She is not going to meet the CEO today
Shall
Shall [British English][1]
digunakan untuk menyatakan simple
future seperti halnya will namun hanya digunakan pada first person
(orang pertama) I dan we. Shall [US English][2] jarang digunakan selain
untuk polite question untuk first person.
We shall overcome it someday.[1]
Shall we pay a call him?[2]
Shall I give you some advice?[2]
Modal verb ini untuk menyatakan 
obligation (kewajiban) pada formal situation (yang dapat berupa legal document maupun pada saat meeting. Pada situasi ini, baik second maupun
third person dapat digunakan dengan
modal verb ini.
The Human Resource manager shall report the employee performance.
Should
Should untuk memberi suggestion
(saran) atau advice (nasehat).
You should see the doctor.
We should meet more often.

Ought to
Ought to digunakan untuk menyatakan
apa yang benar atau tepat
ought to wear high-quality running shoes.
We ought to select the best candidate for the job.
Must
Must dipadukan dengan not untuk
menyatakan prohibition (larangan)
You mustn’t give up.
Modal verb ini mengekspresikan 
obligation (kewajiban) atau necessity
(kebutuhan).
We must go to bed now.
Has/Have to
Has/Have to digunakan untuk
mengekspresikan kewajiban yang kuat karena ada campur tangan dari pihak luar yang membuat adanya kewajiban tersebut.
He has to type the letter now.
We have to obey our parents.
Modal verb ini memiliki bentuk
lampau Had to
had to pay bill yesterday

Perbedaan (Difference)
1.  Menyatakan Kemampuan
Can dipakai untuk menunjukkan kemampuan/izin di masa sekarang (present), sedangkan could dipakai untuk menunjukkan kemampuan/izin di masa lampau (past). Dalam kasus permohonan/menyatakan izin could lebih sopan daripada can.
2.  Menyatakan Perkiraan
Modals yang dipakai yaitu will, shall. Will dan shall mempunyai arti akan. Will bisa dipakai untuk semua subjek, sedangkan shall hanya untuk I dan we.
3.  Menyatakan Kemauan (willingness)
Modals yang dipakai yaitu will, would you like…? Will dan would you like…? digunakan untuk bentuk waktu sekarang (present) dan yang akan datang (future). Would you like dipakai dalam kalimat pertanyaan dan merupakan ungkapan penawaran yang lebih formal daripada will.

4.  Menunjukkan Permintaan
Modals yang dipakai yaitu may, could, can, might (dengan subjek I) dan would, will, could, can (dengan subjek you). Untuk meminta sesuatu/meminta izin, gunakan may I, could I, can I atau might I. Maydan Could adalah ungkapan yang sopan dan formal. Sedangkan Canungkapan yang informal (biasanya digunakan kepada teman). Mightcukup sopan, tapi jarang digunakan.
Sedangkan untuk meminta tolong kepada orang lain, gunakan would you, will you, could you, dan can you. Would you, will you, dan could you digunakan untuk situasi formal, tetapi would you sering dianggap lebih sopan. Can you digunakan untuk situasi informal.

5.  Menyatakan Keharusan
Modals yang dipakai yaitu must dan have to. Must dan have to digunakan untuk menunjukkan keharusan di masa sekarang (present). Mustmenunjukkan tingkat keharusan yang lebih kuat dibandingkan have to.

6.  Menyatakan Kepastian
Modals yang dipakai yaitu must, may, might, can (positif) dan could not, cannot, must not, may not, might not (negatif). Untuk menyatakan kepastian di kalimat positif, gunakan must (pasti), may/might/can (mungkin). Semuanya dalam bentuk waktu sekarang (present). Tingkat kepastian untuk must 95%, sedangkan may/might/can kurang dari 50%.
Untuk menyatakan kepastian dalam kalimat negatif, gunakan could not/cannot/must not (tidak mungkin), may not/might not (mungkin tidak). Could not dan cannot tingkat kepastiannya sekitar 99%, must notsekitar 95%, may not dan might notkurang dari 50%. Semuanya dalam bentuk sekarang (present).

Contoh (Example)
1.  Can/Could
Can
•     I can cook very well.
•     I can call you if I have finished my work.
•     Can I borrow your book?
Could
•     I could not sing this song beautifully.
•     I could not listen to what he said.
•     Could I use your phone?

2.  May/Might
May
•     Tia does not come to the class, she may get up late.
•     May I ask you a question?
Might
•     You might meet your mom.
•     I might not go with you tonight.

3.  Must/ Has to/Have to
Must
•     You must pay all of these.
•     After studying all the day, you must be so tired.
•     Since you do not practice seriously, you must not Win the dance competition.
Has/Have to
•     My mom says that I have to go to school before the day gets rain.
•     They sometimes have to work on Sunday.
•     She has to deliver excellent customer service.

4.  Shall/Should/Ought to
Shall
•     You shall ask me if you want this food.
•     We shall return the books this weekend.
Should
•     You look so tired, you shouldtake a rest.
•     She should tell me where she will go
Ought to
•     You ought to follow the course to improve your knowledge
•     We ought to save our environment

5.  Will/Would/ (be) going to
Will
•     I will go to Jakarta.
•     I will lend you the book.
•     My parents will buy a new house if they have sold the old house.
Would
•     I would visit Bali last semester but I did not have money.
•     Would you please tell when the train leaves?
•     Your father would be proud of you.
(be) going to
•     I am going to help her.
•     We are not going to paint our bedroom tomorrow.